Workshop Hari Kedua, Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka SMP Plus Al Kohar
Setelah sehari sebelumnya mereview Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan yang dipimpin langsung oleh Pengawas SMP dan didampingi oleh Kepala Sekolah, pada hari kedua Workshop, 6 Juli 2022 dilaksanakan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka terutama untuk kelas 8 karena tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan program sekolah penggerak di SMP Plus Al Kohar Tarogong Kidul, yang materinya disampaikan oleh Pelatih Ahli PSP, pak Asep Irvan Irvani, S.Pd., M.Pd.

Materi pertama yang disampaikan adalah tentang Capaian Pembelajaran. Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase, dimulai dari fase fondasi pada PAUD hingga fase F di SMA/MA/SMK (Kepmendikbudristek No. 56 Tahun 2022). Untuk mencapai garis finish, pemerintah membuatnya ke dalam enam etape yang disebut fase. Setiap fase lamanya 1-3 tahun.
Manfaat Fase-fase CP
- Pembelajaran yang fleksibel;
- Pembelajaran yang sesuai dengan kesiapan peserta didik;
- Pengembangan rencana pembelajaran yang kolaboratif.
Ciri Khas Capaian Pembelajaran
- Dalam CP, kompetensi yang ingin dicapai ditulis dalam paragraf yang memadukan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau disposisi untuk belajar.
- Sementara karakter dan kompetensi umum yang ingin dikembangkan dinyatakan dalam profil pelajar Pancasila secara terpisah.
- Dengan dirangkaikan sebagai paragraf, ilmu pengetahuan yang dipelajari peserta didik menjadi suatu rangkaian yang berkaitan.
- CP dirancang dengan banyak merujuk kepada teori belajar Konstruktivisme dan pengembangan kurikulum dengan pendekatan “Understanding by Design” (UbD)
Isi Naskah CP dalam KK BSKAP (Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan) Kemendikbudristek No. 33 Tahun 2022
- Rasional, menjelaskan alasan pentingnya mempelajari mata pelajaran tersebut serta kaitannya dengan Profil Pelajar Pancasila
- Tujuan, menjelaskan kemampuan atau kompetensi yang dituju setelah peserta didik mempelajari mata pelajaran tersebut secara keseluruhan
- Karakteristik, menjelaskan apa yang dipelajari dalam mata pelajaran tersebut, elemen-elemen atau domain (strands) yang membentuk mata pelajaran dan berkembang dari fase ke fase
- Capaian Per Fase, disampaikan dalam dua bentuk, yaitu secara keseluruhan dan capaian per fase untuk setiap elemen
Setelah materi pertama tentang Capaian Pembelajaran disampaikan, materi selanjutnya adalah tentang Menyusun TP dan ATP. Tujuan Pembelajaran (TP) merupakan deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh siswa dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran, disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat menuju CP.
Penulisan TP secara operasional sebaiknya memuat komponen:
- Kompetensi, kemampuan atau keterampilan yang perlu ditunjukkan/didemonstrasikan oleh peserta didik.
- Lingkup Materi, konten dan konsep utama yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran.
- Variasi, yaitu keterampilan berpikir yang perlu dikuasai siswa untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran.

Setelah menerima penjelasan tentang TP, peserta Workshop dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk Merumuskan Tujuan Pembelajaran per mata pelajaran, dalam waktu lebih kurang 30 menit.
30 menit kemudian, materi dilanjutkan dengan pembahasan tentang Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Tujuan pembelajaran yang tersusun dalam alur tujuan pembelajaran akan menjadi dasar bagi pendidik untuk menyusun perencanaan pembelajaran.
Prosedur Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran Berdasarkan Fase dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Cara-cara Menyusun TP Menjadi ATP dapat disimak pada gambar di bawah ini:


Ilustrasi Alur Tujuan Pembelajaran dapat disimak pada gambar di bawah ini:

Setelah memahami tentang TP dan ATP, peserta Workshop kembali berdiskusi di dalam kelompoknya untuk Menyusun ATP dari TP yang telah dibuat pada Ruang Kolaborasi/Diskusi sebelumnya dan Menentukan ATP setiap kelas (7-9) berdasarkan analisis JP pada KOSP.

Break sejenak untuk sekedar menyeduh kopi dan menikmati cemilan, penyampaian materi kembali dilanjutkan. Materi selanjutnya adalah tentang Penyusunan Modul Ajar.
Konsep Modul Ajar
Modul ajar merupakan salah satu perangkat ajar. Sama seperti RPP atau lesson plan yang memuat rencana pembelajaran di kelas. Namun, pada modul ajar terdapat komponen yang lebih lengkap dibanding RPP atau disebut RPP Plus.
Tujuan pengembangan modul ajar
- Mmengembangkan perangkat ajar yang memandu pendidik melaksanakan pembelajaran;
- Mempermudah, memperlancar, dan meningkatkan kualitas pembelajaran;
- Menjadi rujukan bagi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran;
- Menjadi kerangka kerja yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran sesuai capaian pembelajaran.
Pendidik memiliki kemerdekaan untuk,
- memilih atau memodifikasi modul ajar yang sudah disediakan pemerintah untuk menyesuaikan modul ajar dengan karakteristik peserta didik, atau
- menyusun sendiri modul ajar sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Kriteria Pembuatan Modul Ajar (MA)
- Esensial. Pemahaman konsep dari setiap mata pelajaran melalui pengalaman belajar dan lintas disiplin.
- Menarik, Bermakna Dan Menantang. Menumbuhkan minat untuk belajar, melibatkan murid, berkaitan dengan pengalaman atau pengetahuan sebelumnya, serta menyesuaikan capaian belajarnya.
- Relevan Dan Kontekstual. Menyesuaikan konteks diri dan lingkungan murid.
- Berkesinambungan. Keterkaitan antara alur pembelajaran dengan fase belajar murid.
Strategi Membuat dan Memodifikasi Modul Ajar
- BERKOLABORASI, dengan rekan guru dengan mata pelajaran yang sama.
- PEMBAGIAN PERAN, dengan rekan guru satu fase.
- BERBAGI PENGALAMAN, dengan rekan guru lain.
Sesaat setelah selesai penyampaian materi ketiga dan sebelum istirahat untuk sholat dhuhur dan makan siang, para peserta kembali berdiskusi dalam kelompoknya atau secara mandiri untuk membuat sebuah modul ajar untuk satu lingkup materi.
Materi terakhir yang disampaikan setelah istirahat adalah tentang Perancangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Visi Pendidikan Indonesia
Mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.
Profil Pelajar Pancasila
“Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.”
Profil Pelajar Pancasila memiliki enam kompetensi yang dirumuskan sebagai dimensi kunci. Keenamnya saling berkaitan dan menguatkan sehingga upaya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang utuh membutuhkan berkembangnya keenam dimensi tersebut secara bersamaan, tidak parsial. Keenam dimensi tersebut adalah:
- Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.
- Berkebinekaan global.
- Bergotong royong.
- Mandiri.
- Bernalar kritis.
- Kreatif
Prinsip Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
- Holistik. Holistik bermakna memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh, tidak parsial atau terpisah-pisah. Dalam konteks perancangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, kerangka berpikir holistik mendorong kita untuk menelaah sebuah tema secara utuh dan melihat keterhubungan dari berbagai hal untuk memahami sebuah isu secara mendalam. Oleh karenanya, setiap tema projek yang dijalankan bukan merupakan sebuah wadah tematik yang menghimpun beragam mata pelajaran, namun lebih kepada wadah untuk meleburkan beragam perspektif dan konten pengetahuan secara terpadu. Di samping itu, cara pandang holistik juga mendorong kita untuk dapat melihat koneksi yang bermakna antar komponen dalam pelaksanaan projek, seperti peserta didik, pendidik, satuan pendidikan, masyarakat, dan realitas kehidupan sehari-hari.
- Kontekstual. Prinsip kontekstual berkaitan dengan upaya mendasarkan kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian. Prinsip ini mendorong pendidik dan peserta didik untuk dapat menjadikan lingkungan sekitar dan realitas kehidupan sehari-hari sebagai bahan utama pembelajaran. Oleh karenanya, satuan pendidikan sebagai penyelenggara kegiatan projek harus membuka ruang dan kesempatan bagi peserta didik untuk dapat mengeksplorasi berbagai hal di luar lingkup satuan pendidikan. Tema-tema projek yang disajikan sebisa mungkin dapat menyentuh persoalan lokal yang terjadi di daerah masing-masing. Dengan mendasarkan projek pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian, diharapkan peserta didik dapat mengalami pembelajaran yang bermakna untuk secara aktif meningkatkan pemahaman dan kemampuannya.
- Berpusat pada Peserta Didik. Prinsip berpusat pada peserta didik berkaitan dengan skema pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran yang aktif mengelola proses belajarnya secara mandiri. Pendidik diharapkan dapat mengurangi peran sebagai aktor utama kegiatan belajar mengajar yang menjelaskan banyak materi dan memberikan banyak instruksi. Sebaliknya, pendidik sebaiknya menjadi fasilitator pembelajaran yang memberikan banyak kesempatan bagi peserta didik untuk mengeksplorasi berbagai hal atas dorongannya sendiri. Harapannya, setiap kegiatan pembelajaran dapat mengasah kemampuan peserta didik dalam memunculkan inisiatif serta meningkatkan daya untuk menentukan pilihan dan memecahkan masalah yang dihadapinya.
- Eksploratif. Prinsip eksploratif berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses inkuiri dan pengembangan diri. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak berada dalam struktur intrakurikuler yang terkait dengan berbagai skema formal pengaturan mata pelajaran. Oleh karenanya, projek ini memiliki area eksplorasi yang luas dari segi jangkauan materi pelajaran, alokasi waktu, dan penyesuaian dengan tujuan pembelajaran. Namun demikian, diharapkan pada perencanaan dan pelaksanaannya, pendidik tetap dapat merancang kegiatan projek secara sistematis dan terstruktur agar dapat memudahkan pelaksanaannya. Prinsip eksploratif juga diharapkan dapat mendorong peran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk menggenapkan dan menguatkan kemampuan yang sudah peserta didik dapatkan dalam pelajaran intrakurikuler.
Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
- Gaya Hidup Berkelanjutan
- Kearifan lokal
- Bhinneka Tunggal Ika
- Bangunlah Jiwa dan Raganya
- Suara Demokrasi
- Rekayasa dan Teknologi
- Kewirausahaan
- Kebekerjaan
Dalam 1 tahun pelajaran, jenjang SMP harus menentukan 3 s.d. 4 Projek Profil dengan tema berbeda, dengan Alokasi waktu 360 JP/tahun.
Setelah paparan tentang Perancangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila selesai, peserta kembali berdiskusi untuk Mengidentifikasi kebutuhan murid dalam Projek, Menentukan tema projek, dan Merancang modul projek, yang pada tahun pelajaran 2022/2023 dilaksanakan di dua tingkatan, yaitu kelas 7 dan 8.
Kegiatan workshop hari kedua, ditutup dengan pengisian Post-Test, yang selanjutnya ditutup secara resmi oleh Kepala SMP Plus Al Kohar Tarogong Kidul, pak Saepuloh. Semoga kegiatan workshop ini menghasilkan sesuatu yang diharapkan dan sesuai dengan apa yang direncanakan, Aamiin.
Tetap semangat, Masa depan Indonesia ada di tangan kita!
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Jika Sudah Lulus PPG (2024), Apakah Pasti Mendapatkan TPG di Tahun Berikutnya (2025)? Bagian-4, Habis
Tahapan Validasi TPG di Info GTK Bagi Bapak/Ibu Guru yang baru lulus PPG di tahun berjalan dalam hal ini di tahun kemarin (2024), maka akan baru dibayarkan Tunjangan Profesinya di tahu
Jika Sudah Lulus PPG (2024), Apakah Pasti Mendapatkan TPG di Tahun Berikutnya (2025)? Bagian-3
Salam Satu Data Pendidikan Indonesia! Salam Literasi! lanjutan dari Validasi Info GTK terkait JJM dan Tugas Tambahan Setelah memahami penjelasan di atas, lantas bagaimana proses
Jika Sudah Lulus PPG (2024), Apakah Pasti Mendapatkan TPG di Tahun Berikutnya (2025)? Bagian-2
Salam Satu Data Pendidikan Indonesia! Salam Literasi! Penerbitan Nomor Registrasi Guru (NRG) Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Tunjangan
Jika Sudah Lulus PPG (2024), Apakah Pasti Mendapatkan TPG di Tahun Berikutnya (2025)? Bagian-1
Salam Satu Data Pendidikan Indonesia! Tahun 2024 sepertinya akan dikenal menjadi tahunnya PPG, karena ditandai dengan lahirnya Transformasi PPG, dimana proses PPG lebih dipermudah, tid
Memahami Secara Utuh, Surat Edaran Pendaftaran dan Seleksi Administrasi PPG bagi Guru Tertentu Tahun 2024. Bagian-3, Habis
Datamu adalah Tanggung Jawabmu Terkadang data pribadi, baik di Dapodik maupun di Dukcapil, seringkali diabaikan karena memang pada saat itu belum dibutuhkan atau belum diperlukan. Keti
Memahami Secara Utuh, Surat Edaran Pendaftaran dan Seleksi Administrasi PPG bagi Guru Tertentu Tahun 2024. Bagian-2
lanjutan dari https://smpplusalkohar.sch.id/read/241/memahami-secara-utuh-surat-edaran-pendaftaran-dan-seleksi-administrasi-ppg-bagi-guru-tertentu-tahun-2024-bagian-ke-1 Ver
Memahami Secara Utuh, Surat Edaran Pendaftaran dan Seleksi Administrasi PPG bagi Guru Tertentu Tahun 2024. Bagian-1
Salam Satu Data Pendidikan Indonesia! Salam Literasi! Kamis, 28 November 2024 pada pagi menuju siang, ditemani gerahnya cuaca karena kadang hujan, kadang panas, kadang juga mendung, n
Bagaimana Cara Pemutakhiran Data Calon Peserta PPG di Dapodik? Cek Panduannya Sebagai Berikut!
Salam Satu Data Pendidikan Indonesia! Setelah menunggu sekian lama, Surat Edaran tentang Pemutakhiran Data Calon Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), akhirnya resmi dirilis deng
Seleksi Calon Mahasiswa PPG Prajabatan Tahun 2024 Telah Dibuka, Cek Jadwal dan Ketentuannya
Salam Satu Data Pendidikan Indonesia! Dikutip dari Pengumuman Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No
SMP Plus Al Kohar Berbagi, Wujud Kepedulian Yang Tiada Henti
SMP Plus Al Kohar Tarogong Kidul, pada Senin, 1 April 2024 M/21 Ramadan 1445 H kembali menggelar kegiatan Bakti Sosial dengan mengambil tema Al Kohar Berbagi, Wujud Kepedulian Yang Tiad
